Copyright 2017 - Federasi Serikat Guru Indonesia

FSGI Menerima Laporan Percobaan Bunuh Diri Siswi SMK di Padang Sidempuan dan sejumlah Persoalan UNBK SMK Mulai Dari Padam Listrik, Jaringan Lambat Sampai Banyak Soal Kejuruan Tidak Muncul Sehingga Harus Di Uji Ulang

Pada hari keempat UNBK SMK, FSGI menerima sejumlah laporan tidak munculnya soal dalam mata uji kejuruan. Sehingga sesuai POS dan Juklak Puspendik, ujian terpaksa dihentikan dan para siswa akan mengikuti ujian ulang yang disebut dengan istilah “UJIAN SUSULAN” pada 17-18 April 2017 mendatang. Laporan posko pengaduan UNBK FSGI yang diterima pada hari keempat ini berasal dari Mataram, Bima, Jambi, Kota Medan, Garut Tasikmalaya, dan DKI Jakarta. Tetapi soal mata uji kejuruan untuk SMK di Jakarta muncul.

Kemungkinan persoalan tidak munculnya soal mata uji kejuruan disebabkan oleh: Jaringan internet yang tidak sama, Spesifikasi komputer yang berbeda, dan Jenis Mapel tertentu yang disusun oleh direktorat terkait (ada yg gambar, grafik, tulisan saja) sangat memungkinkan tampilan yang tidak sama --pengalaman waktu UKG (Uji Kompetensi Guru) juga begitu.

Berikut ini adalah sejumlah kendala UNBK yang diterima pengaduan di Posko FSGI:

1. Banyak soal uji kejuruan yang tidak muncul, bahkan lebih dari 10 soal di Garut, Tasikmalaya, Mataram, dan Bima.
Soal mata uji untuk kejuruan yang tidak muncul soalnya tersebut, yaitu : Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Perbankan, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Audio Visual (TAV) dan Penaganan Kesehatan ternak. Bahkan soal ATP dan Kesehatan Ternak sama sekali tidak muncul soalnya di Bima dan Mataram. Untuk soal keahlian yang lain soal tidak muncul variatif nomornya, misalnya :

(a) SMK Yusuf Abdussatar (NTB) jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) banyak soal yg tidak muncullebih Dari 20 soal. 
(b) Di Mataram soal TAV (Teknik Audio Visual) mengalami soal kosong tapi bervariatif tiap nomer soalnya.
(c) SMKN 1 Taliwang (NTB) siswa RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) 20 soal tidak muncul di 1 ruang, namun ada yang tidak muncul muncul soal 5-7 soal dan di ruang yg lain siswa RPL muncul semua soalnya.
(d) UNBK di SMKPPN Bima, mata uji Penanganan Kesehatan Ternak (PTK) tdk ada soal yg muncul. SMK plampang (NTB) RPL kosong sampai 15 soal.
(e) SMKN Pringgasela soal keahlian ATP (Agribisnis Taaman Perkebunan) soal tidk muncul seluruhnya. 
(f) Semua siswa Jurusan perbankan SMKN1 Dompu (NTB) tidak muncul soal di atas 20 nomor. Hal yang sama juga terjadi di Tasikmalaya.

2. Listrik Padam di Hari ke-4 dan Sekolah Tak Memiliki Genset
(a) Pada hari ke-4, Sebagian sekolah di Dompu dan Bima mengalami pemadaman listrik mulai i jam 9.15 dan baru hidup lagi pukul 12-an sehingga ujian sesi pertama baru dimulai pukul 12. 
(b) Sebagian sekolah di Mataram juga mengalami listrik padam pada pukul 11.30 wib dan menyala kembali pukul 14.00.
(c) Di Lombok, saat banyak sekolah yang tidak muncul soalnya, serverx di offline dari pusat -kemungkinan ada treat penanganan--, Sekolah menunggu, tetapi pas server online, listrik padam.

3. UNBK menggunakan Genset
(a) SMKN 1 LABUAPI dari hari pertama menggunakan genset, tidak menggunakan listrik dari PLN, tetapi UNBK lancar
(b) SMKN 1 SAMBELIA Lombok Timur UNBK menggunakan genset dari hari pertama hingga keempat, tetapi UNBK lancar.

4. Jaringan Lemot. 
Hal ini dialami oleh SMKN 1 Sekoton, sehingga sampai pukul 8.30 WIB UNBK hari keempat belum bisa dimulai.

5. Siswa Tidak Bisa Login Lagi
Beberapa siswa yang tidak keluar soalnya, ada yang bisa login ulang dan ada yg tidak bisa loginkembali. Yang tidak bisa login dipastikan akan UNBK Ulang SMK yang dijadwalkan 17-18 April 2017.

USBN di Nyaris Memakan Korban Jiwa

AN (19) siswi kelas 12, SMK N 3 Kota Padang Sidimpuan mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan menegak racun tanaman karena diduga tertekan setelah dipanggil oleh gurunya akibat status di akun facebook. Aksi bunuh diri diduga dilakukan lantaran shock karena dibeberkan pelanggaran UUEI ancaman pidana 4 tahun dan didenda Rp 750 juta akibat status FB yang bersangkutan.

AN dan dua temannya IA dan R sebelumnya merasa mendapat intimidasi dari oknum gurunya yakni, Ey, KS, dan FO yang menyampaikan kepada AN, IA dan R ancaman hukuman penjara UU IE yang bisa menimpa mereka selama 4 tahun disertai kata-kata “penjara aja orang itu selama 4 tahun biar terus mampus”, bahkan ditakuti harus membayar denda di pengadilan sekitar Rp 750 juta. Mendengar ucapan tersebut, anak-anak tersebut mengalami shock, tetapi yang paling terpukul adalah AN.

Hal itu berawal dari ID mengaku membuat status di jejaring sosial facebook miliknya mengenai adanya aksi kecurangan saat ujian sekolah berstandar nasional (USBN) berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam status di FB itu, “waktu USBN anak ibu itu (E) sama kawan-kawannya di kasih kunci jawaban. Sedangkan yang lain tidak”.

Usai pemanggilan tersebut, AN pun shock. Tanpa fikir panjang, usai dirinya mengganti segaram sekolahnya di kediamannya kemudian bergegas ke warung guna membeli pembasmi hama rumput. Setelah pembasmi tersebut ditangannya, AN pun kemudian pergi kebelakang musalah yang berjarak berkisar 100 meter dari kediamannya. Sesampainya di lokasi, AN menegak pembasmi hama tersebut. Beruntung aksinya tersebut diketahui warga hingga AN dilarikan ke RSUD Kota Padang Sidempuan guna mendapat perawatan intensif.

Padahal ada jerat hukum bagi oknum guru tersebut sebagaimana diatur dalam udang-undag no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Pasal 76A mengenai perbuatan diskriminasi terhadap anak, dan pasal 76C jo pasal 80 mengenai kekerasan terhadap anak. Selain itu ada pasal 335 ayat 1 kesatu KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dan pasal 1365 KUHperdata yaitu perbuatan melawan hukum.
P

TERKAIT DENGAN KASUS PERCOBAAN BUNUH DIRI SISWA SMK N 3 PADANG SIDEMPUAN, jaringan FSGI di Kota Medan mencoba mengumpulkan informasi yang dihimpun sebagai berikut :

Setelah dilakukan penulusuran terbatas, pada guru yang bertugas (informan) maupun pemberitaan lainnya maka ada beberapa hal yang ingin disampaikan :
(1) Bahwa benar ada percobaan bunuh diri yang dilakukan siswa SMK N 3 Padang Sidempuan a.n. AN dengan menenggak racun tanaman di sekitar rumahnya dan saat ini siswa ybs masih dirawat di RSUD Padang Sidempuan
(2) Percobaan bunuh diri dilakukan karena siswa ybs merasa terancam/ diintimidasi oleh oknum guru SMK N 3 Padang Sidempuan akibat status FB yang dibuat oleh korban berkaitan dengan kebocoran soal USBN di sekolah tersebut
(3) Berkaitan dengan ancaman yang disampaikan oleh oknum guru SMK N 3 Padang Sidempuan, masih perlu diklarifikasi lebih lanjut. Fakta sementara guru merasa tidak pernah memberikan ancaman hanya sekedar memberikan peringatan terkait status FB yang dibuat korban bahwa korban dapat dikenakan Pasal yang terkait dengan UU ITE dengan menyebutkan ancaman kurungan dan denda yang mungkin dijalani siswa ybs. Di pihak lain siswa ybs depresi dan merasa terancam yang berakibat pada percobaan bunuh diri.
(4) Status FB yang dibuat oleh siswa ybs adalah terkait dengan dugaan salah seorang siswa yang merupakan anak guru, yang dibantu dalam pelaksanaan USBN. Status FB ini kemudian berkembang menjadi saling komentar antara siswa ybs dengan teman2nya dan siswa anak guru tersebut sampai mengeluarkan kata2 atau kalimat2 yang tidak pantas untuk disampaikan. Bahkan sampai mengeluarkan kata2 **jing untuk gurunya. Terkait dengan ini guru-guru memiliki bukti berupa screen shot dari postingan dan comment siswa di FB
(5) Siswa yang merupakan anak guru, yang diduga memperoleh bocoran USBN, merasa dibully oleh siswa yang mencoba bunuh diri dan 2 orang temannya. Akibat ini, 3 orang siswa tersebut “diproses” sehingga muncullah peringatan/ ancaman bahwa apa yang dituliskan mereka di FB bisa terkena pasal pencemaran nama baik dan UU ITE.
(6) Terkait dengan apakah soal USBN bocor atau tidak, masih perlu penelusuran lebih lanjut karena berdasarkan info yang diperoleh dari informan, bahwa keponakannya yang juga bersekolah di situ, tidak ada bantuan yang diberikan sekolah dalam pelaksanaan USBN itu.
(7) Sebagai informasi bahwa situasi sekolah di SMKN 3 Padang Sidempuan sudah lama tidak kondusif. Mulai dari Oktober 2016 s.d. Desember 2016 paling tidak sudah ada 7 kali demo yang dilakukan siswa.

 

Jakarta, 7 April 2017
Retno Listyarti (Sekjen FSGI)